• Beranda
  • Kontak Kami
Cari Dokter
Agar Anak SEHAT & CERDAS, yuk pahami apa itu Stunting?

Agar Anak SEHAT & CERDAS, yuk pahami apa itu Stunting?

Stunting adalah masalah kekurangan gizi kronis yang di sebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak, seperti tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standart anak seusianya ( standart WHO-MGRS)

APA PENYEBAB STUNTING PADA ANAK?

Penyebab utama stunting adalah kekurangan gizi kronis sejak bayi dalam kandungan hingga masa awal anak lahir yang biasanya tampak setelah anak berusia 2 tahun. hal yang paling mendominasi dalam kekurangan gizi kronis ini adalah:

  • Utamanya, faktor gizi buruk yang dialami oleh ibu hamil dan anak balita.
  • Kurangnya pengetahuan ibu mengenai gizi sebelum hamil, saat hamil, dan setelah melahirkan.
  • Terbatasnya akses pelayanan kesehatan, termasuk layanan kehamilan dan postnatal (setelah melahirkan).
  • Kurangnya akses air bersih dan sanitasi.
  • Masih kurangnya akses makanan bergizi karena tergolong mahal.

APA GEJALA DAN TANDANYA?

Dampak jangka pendek stunting adalah terganggunya perkembangan otak, kecerdasan, gangguan pada pertumbuhan fisiknya, serta gangguan metabolisme.

  • Pertumbuhan melambat
  • Wajah tampak lebih muda dari anak seusianya
  • Pertumbuhan gigi terlambat
  • Performa buruk pada kemampuan fokus dan memori belajarnya
  • Pubertas terlambat
  • Usia 8-10 tahun anak menjadi lebih pendiam, tidak banyak melakukan kontak mata terhadap orang di sekitarnya

Dampak jangka panjangnya, stunting yang tidak ditangani dengan baik sedini mungkin akan menurunkan kemampuan kognitif otak, kekebalan tubuh melemah sehingga mudah terserang penyakit, dan risiko tinggi munculnya penyakit metabolik seperti kegemukan, penyakit jantung, dan penyakit pembuluh darah.

CARA MENDETEKSI ANAK STUNTING ?

Cara yang di pakai di pusat pelayanan kesehatan dengan menggunakan standart baku WHO-MGRS (multicenter growth references study), Z-score, Denver-milestones.

BAGAIMANA CARA MENCEGAHNYA ?

  1. Pola Makan

Istilah “ Isi Piringku” dengan gizi seimbang perlu diperkenalkan dan di biasakan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam satu porsi makan, setengah piring diisi oleh sayur dan buah, setengahnya lagi diiisi dengan sumber protein (nabati maupun hewani) dengan proporsi lebih banyak daripada karbohidrat. 

  • Pola Asuh

Stunting juga di pengaruhi aspek perilaku, terutama pada pola asuh yang kurang baik dalam praktek pemberian makan bagi bayi dan Balita. Dimulai dari edukasi tentang kesehatan reproduksi dan gizi bagi remaja sebagai cikal bakal keluarga, hingga para calon ibu memahami pentingnya memenuhi kebutuhan gizi saat hamil dan stimulasi bagi janin, serta memeriksakan kandungan sebanyak empat kali selama kehamilan.

Bersalin di fasilitas kesehatan, inisiasi menyususi dini (IMD) dan berupayalah agar bayi mendapat colostrum air susu ibu (ASI). Berikan hanya ASI saja sampai bayi berusia 6 bulan dilanjutkan sampai 2 tahun. berikan juga makanan pendamping asi dan memantau tumbuh kembang di pusat pelayanan kesehatan.

  • Sanitasi dan Akses Air Bersih

Rendahnya akses terhadap pelayanan kesehatan, termasuk di dalamnya adalah akses sanitasi dan air bersih. Perlunya membiasakan cuci tangan pakai sabun dan air mengalir.

Credit Foto: https://www.dharmasehat.com/

0 Komentar

Agenda / Event

wa