RS. YARSI

Layanan Unggulan

Dental Executive
Dental Executive Centre RS YARSI menyediakan layanan perawatan gigi yang komprehensif dan terintegrasi. Didukung dengan tenaga dokter gigi spesialis yang ahli di bidangnya serta sarana dan prasarana yang terbaik untuk mendapatkan perawatan yang efektif dan efisien. Sangat mengutamakan kenyamanan pasien dalam mendapatkan pelayanan perawatan gigi dengan menjaga dan memperhatikan kontrol infeksi di area Dental Executive Center (DEC) dan saat pelayanan diberikan. Anda bisa mengunjungi Dental Executive Centre yang ada di RS YARSI Jakarta Pusat. Untuk mengatasi permasalahan gigi anda dengan nyaman. Beberapa dokter gigi spesialis yang terdapat di RS YARSI adalah : Dokter Spesialis Orthodontic (Kawat gigi) Dokter Spesialis Periodonsia (Penyakit gusi) Dokter Spesialis Konservasi Gigi Dokter Spesialis Bedah Mulut Dokter Spesialis Prostodonsia (Gigi Palsu) Dokter Spesialis Kedokteran Gigi Anak   Pada kunjungan pertama. Anda akan bertemu dengan Dokter Gigi Umum untuk pemeriksaan awal dan mendapatkan rekomendasi spesialis apa yang sesuai dengan keluhan gigi yang Anda alami. Apabila terdapat kasus yang kompleks dan membutuhkan keahlian multidisiplin. Dokter gigi spesialis kami bisa bekerjasama dalam tim untuk menyelesaikan masalah gigi Anda. Pasien akan mendapatkan pelayanan perawatan gigi yang komprehensif dan terintegrasi, sehingga perawatan menjadi lebih efektif dan efisien. Setiap poli gigi di DEC RS YARSI, sudah dilengkapi dengan kamera intra oral dan peralatan kedokteran gigi yang mutakhir. Kami selalu mengikuti perkembangan teknologi dalam dunia kedokteran gigi. Salah satunya adalah laser Dentistry. Poli kami sudah di lengkapi dengan laser dentistry. Dalam hal Kontrol Infeksi, menjaga Kebersihan Ruangan dan Kesterilan Alat menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Kami melakukan desinfeksi ruangan dan sterilisasi alat sesuai dengan Standar Internasional. Untuk menjaga keamanan pasien dari virus, ruangan kami juga dilengkapi dengan Exhaust Fan, Suction Extra Oral serta Hepa Filter.
Hyperbaric Oxygen Therapy
Terapi Oksigen Hiperbarik (HBOT) baru segelintir orang saja yang mengenalnya. Di Indonesia sendiri pemanfaatan HBOT pertama kali di Lakesla (Lembaga Kesehatan Kelautan) yang bekerja sama dengan Rumah Sakit angkatan Laut Dr. Ramelan, Surabaya pada tahun 1960. Hiperbarik Oksigen Terapi merupakan pengobatan sistemik dengan menggunakan media nafas oksigen 100% dan tekanan lebih dari atmosphere diberikan melalui masker. Terapi HBOT ini juga berdasarkan teori fisika dasar dasar dari hukum-hukum Dalton, Boyle Charles dan Henry. Terapi Oksigen Hiperbarik adalah terapi medis dibidang kedokteran (Edvidence Base Medicine) dan telah terbukti secara klinis dengan cara menghirup oksigen murni di dalam suatu ruangan bertekanan tinggi. Efek yang didapat dari terapi HBOT ada dua yang pertama efek mekanik dan kedua efek fisiologis. Efek fisiologis dapat dijelaskan melalui mekanisme oksigen yang terlarut dalam plasma. Pengangkutan oksigen ke jaringan meningkat seiring dengan peningkatan oksigen terlarut dalam plasm, bahwa tidak ada oksigen  pada tingkat seluler akan menyebabkan gangguan kehidupan pada semua organisme mendapat kondisi yang optimal. Efek mekanis berupa peningkatan parsial Oksigen dalam darah dan jaringan akan memberikan manfaat terapeutik seperti, bakteri ostatik pada infeksi kuman anaerob, detoksikasi pada keracunan karbon monoksida, sianida dan hidrogensulfida.Reoksigenasi pada kasus iskemia kronis, luka yang tidak sembuh, nekrosis radiasi, skin garft preparation dan luka bakar. HBOT memiliki mekanisme dengan modulasi nitrit okside (NO) pada sel endotel. Pada Selendotelini HBOT juga meningkatkan inter mediate vascular indotelial growth factor (VEGF). Melalui siklus Krebs terjadi peningkatan NADH yang memicu peningkatan fibroblas. Fibroblas yang diperlukan untuk sintesis pada proses remodeling, salah satu tahapan dalam penyembuhan luka. Kondisi ini akan memicu peningkatan fibroblas, sintesa kolagen, rasio RNA/DNA, peningkatan leukosit killing, serta angiogenesis yang menyebabkan neovaskularisasi jaringan luka. Densitas kapiler akan meningkat sehingga daerah peningkatan nitrit okside (NO) hingga 4-5 dengan di iringi pemberian oksigen hiperbarik 2-3 ATA selama 2 jam. Hasilnyapun sangat memuaskan yaitu penyembuhan jaringan luka. Tetap ini paling banyak dilakukan pada pasien dengan diabetes militus dimana yang memiliki luka yang sukar sembuh karena buruknya perfusi perifer dan oksigenisasi jaringan di distal.

Follow us